Senin, 13 Maret 2017

Usual Like Usually
Oleh : Pensylmonstervania
Sebelum cerita ini dimulai aku ingin kalian tau bahwa aku bukan siapa-siapa. Aku hanya mahluk kecil didunia yang besar ini. Tolong garis bawahi itu. Karena itu sangat penting untuk kedepannya.

‘Hey owlooz kau tak bisa lakukan itu padanya!’ dia menahan layangan tinjuku. Aku menatap tajam padanya. ‘apa yang kau lakukan? Lepaskan tangan kotormu dari ku!’ aku menepis tangannya. ‘jangan bersikap jagoan Bi-Bully-Billy!’ meludah dihadapannya mungkin tindakan yang tepat untuk dilakukan saat ini, namun aku sadar itu merupakan tindak kriminal yang tak sopan. Tunggu, sejak kapan ada tindak kriminal yang sopan? Akhirnya, aku pun menyeringai kecil dan meludah dihadapannya lalu beranjak pergi.

Aku bukan seorang preman sekolah apa apalagi seseorang yang ditakuti di kelas. Aku hanya pecundang disana. Pecundang yang memecundangi pecundang lainnya jika itu perlu dilakukan. Aku bukan seorang siswa yang disenangai para guru, justru mereka melayangkan tatapan benci padaku seolah berharap aku tak ada bahkan hilang. Aku juga bukan seorang siswa populer, jarang ada yang mengetahui namaku dan mungkin aku bisa menghitung dengan jari berapa dari mereka yang mengetahui namaku. Aku hanya murid biasa dikelas, sungguh..aku tidak berbohong sekarang, apa kau pikir aku berbohong? Ahh.. jangan sekali-kali berpikir seperti itu saat aku sedang berbicara. Atau kau… akan kehilangan pikiranmu..

Berjalan sendirian menyusuri gang kumuh merupakan hal yang biasa bagiku. ‘meong.. meoongg..rrghhh! ngeongg!!’ ‘glomprranggg.. wwrllhh.. wrrhh~’  suara yang biasa pula kudengarkan disetiap sudut gelap gang ini. Kadang aku berpikir suara-suara itu seperti lantunan nada yang merdu, yang bisa membuat pikiranmu tenang, dan berpikir bahwa hal yang terbiasa ada akan menjadi penanda bahwa semua baik-baik saja. Ya walaupun menurut orang lain menjijikan berada digang seperti ini dengan ditemani suara-suara bising kucing liar.

Aku memberhentikan langkahku diujung gang, menatapi pemandangan yang biasa ku lihat dengan wajah tenang. Tembok kotor penuh coret-coret anak punk. tong sampah reot yang tak mampu lagi menampung barang kotor dan bahkan barang kotor itu bertumpukan disampingnya, dengan lalat-lalat berterbangan diatasnya. Pintu yang engselnya hampir copot itu pun terlihat terlalu lemah untuk dibuka. Aku tersenyum ‘benar-benar hal yang indah seperti biasanya..’
‘hey kau nak, siapa namamu?’
‘eoh? O-owlooz bu..’
‘kenapa kau terus memandang keluar jendela? Apa kau tak memperhatikan pelajaran ibu?’
‘a-anu i-ya bu eh ti-tidak’
‘apa maksudmu? Jawab pertanyaan ibu, pada tahun berapa sihir muncul?’
‘eeee…eummm’

            Tatapan seisi kelas menuju kearahku, tatapan mereka seperti seekor harimau yang kelaparan. Terlihat seringai dibalik mulut penjilat mereka. God! Tak bisakah aku memiliki kekuatan untuk memusnahkan mereka secara instan? Aku menatap kearah bu guru lagi. Namanya Bu Sacha, dia merupakan guru mata perlajaran Sihir dikelas kami. Aku menatapnya sendu berharap ia tau kalau aku menyerah. 1 detik.. 2 detik… dia tetap melihat tajam kearah ku. Oh aku mohon..
‘baiklah, lain kali jangan melamun dalam kelas ku, jika kau lakukan itu lagi, akan ku terbangkan kau ke Alaska owlooz!’ ancamannya terlihat ringan namun aku mengiyakannya dengan cepat agar tatapan para harimau lapar tak menuju kearah ku lagi.
‘kita lanjutkan pelajarannya’

            Aku membuka pintu dan ku  lihat punggung seorang lelaki separuh baya sedang memeluk ibu ku. Terlihat pelukannya sangat erat dan.. dia menangis? Benarkah ada seorang laki-laki setengah baya sedang menangis dalam dekapan ibu ku? Aku mendekat untuk memastikan.
‘ayah? Kau kah itu??’ aku memandangi punggungnya  dengan seksama.
Tak ada jawaban..hening.. dan angin dingin mulai merasuki pori-pori kulitku. Aku mengulurkan tangan untuk menggapai punggung itu. Sedikit, sedikit lagi aku menyentuh bahunya.
‘ayah..’

Hilang.. tak ada apapun yang ku raih, tak ada apapun yang kulihat, semuanya hilang.
‘itu hanya ilusi nak, kau mengalaminya lagi? Kemarilah, ibu sudah siapkan makanan untukmu..’
Aku menoleh kearah datangnya suara lembut itu, aku lihat ibu ku sedang menyiapkan makanan dimeja makan keroposnya. Aku menghampirinya, manaruh tas ditempat biasanya dan duduk di tempat biasanya pula.
‘bu, kenapa hal itu terjadi lagi padaku?’ aku menatapnya dengan harapan mendapat jawaban yang agak memuaskan dan  kali ini.. untuk pertama kalinya aku berharap tidak seperti biasanya.
‘bukankah itu hal biasa yang sering terjadi padamu sejak dulu?’
Ah sial.. itu jawaban yang biasa keluar darinya. ‘ tapi bu.. kenapa kali ini terlihat sangat nyata? Maksudku, aku melihat ayah memelukmu sembari menangis dan.. aku bisa merasakan kesedihannya.. dia.. dia terlihat sangat kelelahan dan sangat—
‘hentikan! cuci tangan mu dan makanlah seperti biasanya’
Aku memandang ibu ku yang terlihat menyembunyikan sesuatu. Kali ini tak seperti biasanya, dia terlihat ketakutan dan.. memotong pembicaraanku, ini benar-benar hal tak biasa…

‘owlooz kau sudah makan? Ayo kekantin bersama kami..’
‘Owlooz tugasmu sudah selesai?’
‘Owlooz kami mengadakan pesta, kau ingin bergabung?’
‘Owlooz bagaimana penelitian mu? Apa kau sudah menemukan titik terang?’
‘Owlooz menurutmu dimana Fyper si burung jelek itu berada?’
“Owlooz dimana rumah mu?’
‘Owlooz…’
‘Owlooz..’
‘Owlo..’
‘Owl..’

Hentikan! Sudah cukup! Aku lelah dan kalian takkan mengerti. Aku tau kalian takkan mengerti. Jadi ku mohon sudah, hentikan! Dari awal, aku memang tak berniat untuk memberitahu kalian. Karena kalian takkan mengerti.. sungguh, ini benar-benar diluar nalar kalian, kalian takkan menjangkaunya, kalian takkan mengjangkau keberadaanku, kalian takkan… pernah menjangkau ku.. aku minta maaf.. sampai jumpa..

“Secarik kertas bertuliskan permintaan maaf ditemukan dijasad seorang remaja laki-laki yang tidak diketahui identitasnya. Jasad ini ditemukan disebuah gang kumuh dikota Salem Negara bagian Massachusetts Amerika Serikat. Setelah diselidiki, ternyata jasad yang ditemukan dalam keadaan membusuk ini telah berumur ratusan tahun tepatnya  411 tahun. Mengherankan, jasad yang berumur 411 tahun ini baru ditemukan sekarang dalam keadaan membusuk namun tetap utuh. Ini benar-benar tak biasanya terjadi dan beberapa orang menganggap jasad tersebut merupakan jasad orang baik. Karena umurnya yang telah ratusan, banyak yang mengira bahwa ia tak memiliki keluarga.  Sekian laporan dari saya, Mellany Johnson undur diri, sampai jumpa disiaran langsung CNN berikutnya.            
                       
                                                            -To Be Continued-                                                                                                                                    -Pensylmonstervania-                                     


                                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar